Minggu, 29 Mei 2022

Mempertahankan Semangat

Tidak mudah mempertahankan semangat, tapi bukan berarti tidak bisa. Semangat dapat dipertahankan dengan memperkuat semangat itu. Kata 'memperkuat' adalah kunci. Siapa mau mempertahankan maka dia harus memperkuat sesuatu itu. 

Menjelang jadwal ujian hasil disertasi yang insya Allah diadakan awal Juli 2022, saya berusaha untuk mempertahankan semangat agar disertasi dapat selesai dengan baik dan bagus. Soal baik dan bagus memang tidak mudah, tapi sebagai mahasiswa kita dapat berusaha untuk itu. Tugas kita adalah berusaha. Berusaha memperbaiki berdasarkan masukan pembimbing dan menemukan sesuatu di balik data yang sangat kaya tersebut. 

Mempertahankan semangat sepertinya menjadi problem manusia modern. Saya lihat banyak orang mulai frustasi dengan orang lain. Bisa jadi karena orang lain awalnya dipercaya tapi kemudian berubah drastis. Kepercayaannya pun menurun jauh. Dalam level sosial juga sepertinya mulai menurun semangat untuk memperkuat, sebaiknya mulai muncul semangat untuk memperlemah. Kita mulai senang dengan perbedaan, padahal kita sejak awal sadar bahwa perbedaan itu anugerah. 

Mempertahankan semangat adalah tugas pribadi dan masyarakat. Tiap kita perlu berusaha sekuat tenaga bagaimana caranya agar bisa semangat dengan apa yang kita punya. Mungkin tidak harus membandingkan diri dengan orang lain. Kita bisa mempertahankan semangat dengan apa-apa yang kita miliki. 

Rabu, 28 Juni 2017

Pindah Blog

Lama saya tidak update blog ini karena telah pindah ke www.yanuardisyukur.com. Seiring dengan aktivitas nulis di beberapa laman dan UC News, saya lebih sering menulis di situ ketimbang di blog. Entah kenapa. Mungkin karena perasaan ingin cari yang simple saja..

Sabtu, 18 Juli 2015

Rezeki Nggak Akan Kemana-mana

Setelah menemani anak-anak saya berenang di kolam Ustad Hasbi (Unhas), rencana kita langsung pulang. Tapi di perempatan, terpikir untuk belok kiri ke rumah salah seorang ustazah-nya istri saya waktu sekolah dulu.

Tiba di sana, setelah minum dan makan kue, kita diminta makan siang. Ternyata, apa yang saya inginkan ada di situ: udang. Udah beberapa hari ini memang saya ingin makan udang. Gayung pun bersambut. Akhirnya makan udang.

Udang ini ternyata asalnya dari Sulawesi Tenggara, dibawa ke Maccopa di Maros. Sedangkan saya, beberapa hari lalu berangkat dari Bandung ke Jakarta, dari Jakarta terbang ke Makassar, dari Makassar ke Maros. Di Maros inilah 'jodoh' itu tiba.

Memang, ini kelihatannya sih sepele. Tapi ini soal rezeki. Jika memang sudah rezeki kita, nggak ada orang lain yang bisa menahan-nahan. Rezeki telah diturunkan Allah kepada seluruh hamba-Nya. Jadi, kita nggak boleh putus harapan dengan rezeki Allah. Semua sudah ada rezekinya, sudah dapat ketentuan pembagian dari Allah. *

Minggu, 13 Juni 2010

Memulai Lagi!

Alhamdulillah, blog ini selesai dibuat. Di blog ini, saya ingin memulai lagi. Kenapa memulai lagi?

Sebelumnya, saya aktif nge-blog di tempat lain, namun kali ini ingin mencoba di tempat ini. Sejak lama ada akun saya buat, cuma akun di blogger itu tidak aktif.

Lewat blog ini, semoga ada kebaikan dari apa yang akan diposting. Insya Allah akan diposting hal-hal baik, menarik, dan hal-hal positif yang dibutuhkan oleh kita semua. Thanks for your appreciation!

Mempertahankan Semangat

Tidak mudah mempertahankan semangat, tapi bukan berarti tidak bisa. Semangat dapat dipertahankan dengan memperkuat semangat itu. Kata 'm...